KELUARGA BESAR SMA NEGERI 1 KAYEN

SENI BUDAYA



Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan di SMA, memiliki peranan dalam pembentukan kepribadian peserta didik dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.


TUJUAN DAN SIFAT

A. TUJUAN
Tujuan mata pelajaran Seni Budaya menurut Standar Kompetensi Lulusan adalah :
  1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya.
  2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya.
  3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya.
  4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dalam mtingkat local, nasional, regional maupun global.
Tujuan ini seharusnya menjadi dasar dalam perumusan ruang lingkup materi dan penilaian ranah hasil belajar sekaligus penentu bentuk instrumennya. Hasil belajar siswa ada 3 ranah yaitu : kognitif, psikomotor dan afektif. Untuk tujuan 2 dan 3 tidak ada masalah karena mata pelajaran seni budaya mengakomodir tujuan 2 dengan nilai afektif dan tujuan 3 dengan nilai praktik. Untuk tujuan 4 harus dilengkapi dengan nilai kognitif. Dan sangat keterlaluan jika tujuan 1 dengan kata memahami tidak diakomodir dengan nilai kognitif. Bukankah memahami adalah tingkat kedua setelah tingkat ingatan, dan sebelum tingkat aplikasi, analisa, sintesa dan evaluasi yang ada dalam ranah kognitif ? Bagaimana seseorang dianggap memahami konsep seni budaya hanya dengan diamati keterampilan dan sikapnya ? 

B. SIFAT
Secara luas pendidikan Seni Budaya memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya. Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan pesrta didik memiliki sikap toleran dalam masyarakat dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.

 Mata pelajaran Seni Budaya meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
  1. Seni rupa, mencakup keterampilan dalam menghasilkan karya seni rupa murni dan terapan
  2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, berkarya dan apresiasi karya musik
  3. Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan eksplorasi gerak tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi, berkarya dan apresiasi terhadap gerak tari
  4. Seni teater, mencakup keterampilan olah tubuh, olah pikir, dan olah suara yang pementasannya memadukan unsur seni musik, seni tari dan seni peran.
Di antara keempat bidang seni yang ditawarkan, minimal diajarkan satu bidang seni sesuai dengan kemampuan sumberdaya manusia serta fasilitas yang tersedia.